Pasangan Aksara Jawa: Fungsi, Tabel Lengkap, dan Contohnya
Pasangan adalah bentuk khusus huruf aksara Jawa yang dipakai saat dua konsonan bertemu tanpa vokal di antaranya. Tanda ini mematikan bunyi vokal huruf sebelumnya. Di halaman ini Anda akan mengenal semua pasangan, fungsinya, cara memakainya, beserta contoh dalam kata dan kalimat. Untuk latihan cepat, cobalah langsung alat translate aksara Jawa kami.
Apa Itu Pasangan dalam Aksara Jawa?
Setiap huruf dasar aksara Jawa selalu membawa bunyi vokal “a”. Masalah muncul ketika kita ingin menulis dua konsonan yang bertemu langsung, seperti bunyi “ng-s” pada kata “bangsa”. Huruf dasar saja tidak bisa menghilangkan bunyi “a” di tengah kata.
Pasangan hadir untuk mengatasi hal ini. Pasangan adalah bentuk kedua dari sebuah huruf yang berfungsi mematikan bunyi vokal huruf di depannya. Dengan begitu, dua konsonan bisa menyatu tanpa terselip bunyi “a”.

Bentuk pasangan biasanya ditulis menempel di bawah atau di samping huruf sebelumnya. Karena itulah tulisan aksara Jawa sering terlihat bertumpuk. Setiap huruf dasar memiliki satu bentuk pasangan.
Fungsi dan Kegunaan Pasangan
Fungsi utama pasangan adalah mematikan bunyi vokal “a” pada huruf sebelumnya. Tanpa pasangan, setiap huruf akan selalu berbunyi dengan vokal, sehingga kata dengan gugus konsonan mustahil ditulis dengan benar.
Pasangan dipakai ketika satu suku kata berakhir dengan konsonan, lalu langsung diikuti konsonan lain. Contohnya pada kata “mangsa”, bunyi “ng” dan “s” bertemu tanpa vokal. Di sinilah pasangan “sa” dipakai untuk menyambung keduanya.
Perlu diingat, pasangan hanya dipakai di tengah kata. Untuk konsonan penutup di akhir kata, kita memakai pangkon, bukan pasangan.
Tabel Pasangan Aksara Jawa Lengkap
Aksara Jawa memiliki dua puluh huruf dasar, dan setiap huruf punya satu bentuk pasangan. Berikut daftar lengkap kedua puluh pasangan beserta letak penulisannya.
|
Huruf Dasar |
Nama Pasangan |
Letak Penulisan |
|
Ha |
Pasangan ha |
Di samping kanan |
|
Na |
Pasangan na |
Di bawah |
|
Ca |
Pasangan ca |
Di bawah |
|
Ra |
Pasangan ra |
Di bawah |
|
Ka |
Pasangan ka |
Di bawah |
|
Da |
Pasangan da |
Di bawah |
|
Ta |
Pasangan ta |
Di bawah |
|
Sa |
Pasangan sa |
Di bawah |
|
Wa |
Pasangan wa |
Di samping kanan |
|
La |
Pasangan la |
Di bawah |
|
Pa |
Pasangan pa |
Di samping kanan |
|
Dha |
Pasangan dha |
Di bawah |
|
Ja |
Pasangan ja |
Di bawah |
|
Ya |
Pasangan ya |
Di samping kanan |
|
Nya |
Pasangan nya |
Di bawah |
|
Ma |
Pasangan ma |
Di samping kanan |
|
Ga |
Pasangan ga |
Di samping kanan |
|
Ba |
Pasangan ba |
Di samping kanan |
|
Tha |
Pasangan tha |
Di bawah |
|
Nga |
Pasangan nga |
Di samping kanan |

Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian pasangan ditulis di bawah huruf, dan sebagian lagi di samping kanan. Pasangan yang ditulis di samping umumnya berasal dari huruf ha, wa, pa, ya, ma, ga, ba, dan nga.
Cara Menggunakan dan Menulis Pasangan
Menulis pasangan sebenarnya mengikuti pola yang tetap. Berikut langkahnya secara sederhana.
Mari kita coba dengan kata “wangsul”. Kata ini terdiri dari “wang” dan “sul”. Bunyi “ng” pada “wang” bertemu dengan “s” pada “sul”. Karena itu, huruf “sa” diubah menjadi pasangan sa dan dipasang di bawah huruf sebelumnya.
Bila Anda merasa bingung, cara paling mudah adalah mencoba langsung. Ketik kata apa pun di alat translate aksara Jawa kami, lalu perhatikan di mana pasangan muncul dan bagaimana bentuknya.
Contoh Kalimat dengan Pasangan
Agar lebih terbiasa, perhatikan beberapa contoh kata dan kalimat yang memakai pasangan.
Semakin sering Anda membaca contoh seperti ini, semakin cepat mata Anda terbiasa mengenali bentuk pasangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Pasangan
Lanjutkan Belajar
Pasangan bekerja paling baik bila Anda sudah memahami sandhangan aksara Jawa, karena keduanya sering muncul bersamaan dalam satu kata. Anda juga bisa mempelajari aksara murda untuk menulis nama dan gelar dengan benar.
Sudah siap mencoba? Buka alat translate aksara Jawa kami, ketik sebuah kata, dan lihat langsung bagaimana pasangan terbentuk.
