Angka Jawa | Lambang Bilangan dan Cara Menulisnya dalam Aksara Jawa
Angka Jawa adalah lambang bilangan yang dipakai dalam sistem tulisan aksara Jawa. Sama seperti angka Latin, sistem ini memiliki sepuluh lambang untuk bilangan nol sampai sembilan. Bentuknya unik karena sebagian mirip dengan huruf dasar aksara Jawa. Halaman ini membahas bentuk setiap angka, cara menulisnya dengan benar, serta nama bilangan dalam bahasa Jawa, lengkap dengan contoh lewat alat translate aksara Jawa kami.
Bentuk Angka Jawa dari 0 sampai 9
Sistem angka dalam aksara Jawa memakai sepuluh lambang khusus. Setiap lambang mewakili satu bilangan, mulai dari nol hingga sembilan. Berikut tabel lengkapnya beserta nama bilangan dalam bahasa Jawa.
|
Bilangan |
Angka Jawa |
Nama (Ngoko) |
Nama (Krama) |
|
0 |
꧐ |
das |
das |
|
1 |
꧑ |
siji |
setunggal |
|
2 |
꧒ |
loro |
kalih |
|
3 |
꧓ |
telu |
tiga |
|
4 |
꧔ |
papat |
sekawan |
|
5 |
꧕ |
lima |
gangsal |
|
6 |
꧖ |
enem |
enem |
|
7 |
꧗ |
pitu |
pitu |
|
8 |
꧘ |
wolu |
wolu |
|
9 |
꧙ |
sanga |
sanga |

Dari tabel di atas, terlihat bahwa nama bilangan berbeda antara ragam ngoko dan krama. Ragam ngoko dipakai dalam percakapan sehari-hari, sedangkan krama dipakai dalam situasi resmi atau kepada orang yang dihormati.
Cara Menulis Angka Jawa dengan Benar
Menulis angka Jawa punya satu aturan penting yang membedakannya dari huruf biasa. Karena bentuk angka mirip dengan beberapa huruf dasar, angka perlu ditandai agar tidak tertukar dengan huruf.
Aturan utamanya adalah mengapit angka dengan tanda pada pangkat. Tanda ini berupa garis kecil yang diletakkan sebelum dan sesudah deretan angka. Dengan tanda ini, pembaca langsung tahu bahwa yang ditulis adalah bilangan, bukan kata.
Sebagai contoh, untuk menulis angka 25, kita gabungkan lambang angka 2 dan angka 5, lalu apit keduanya dengan tanda pada pangkat. Cara yang sama berlaku untuk bilangan berapa pun, termasuk bilangan besar seperti tahun.
Bila Anda ingin melihat langsung bagaimana angka diapit dengan benar, ketik saja deretan angka di alat translate aksara Jawa kami dan perhatikan hasilnya.
Nama Bilangan dalam Bahasa Jawa
Selain lambang tulisannya, penting juga mengenal nama bilangan dalam bahasa Jawa. Bahasa Jawa membedakan penyebutan angka berdasarkan tingkat kesopanan, yaitu ngoko dan krama.
Dalam ragam ngoko, bilangan satu sampai lima disebut siji, loro, telu, papat, dan lima. Ragam ini dipakai dalam percakapan santai antara teman atau keluarga dekat. Penyebutannya lebih pendek dan akrab.
Dalam ragam krama, bilangan yang sama disebut setunggal, kalih, tiga, sekawan, dan gangsal. Ragam krama dipakai dalam situasi resmi atau saat berbicara kepada orang yang lebih tua dan dihormati. Menguasai keduanya membantu Anda menulis dan berbicara dengan lebih tepat.
Perlu diketahui pula, ada istilah kuno seperti eka, dwi, dan tri yang berasal dari bahasa Sanskerta. Istilah ini kadang muncul dalam nama, gelar, atau penanggalan tradisional.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Angka Jawa
Kesimpulan
Angka Jawa melengkapi sistem tulisan aksara Jawa dengan sepuluh lambang bilangan yang khas. Dengan memahami bentuk, aturan pengapitan, serta nama bilangannya dalam ngoko dan krama, Anda bisa menulis bilangan apa pun secara tepat. Penguasaan ini menjadi bekal penting untuk menulis tanggal, tahun, maupun angka dalam kalimat.
Untuk melangkah lebih jauh, pelajari juga pasangan aksara Jawa dan sandhangan aksara Jawa yang menjadi dasar penulisan kata. Ingin mencoba menulis angka sekarang? Buka alat translate aksara Jawa kami dan lihat hasilnya seketika.
